Jumat, 06 Desember 2019

Rakyat Percaya pada Kharisma Pemimpin

Kepemimpinan politik di Indonesia itu masih tergolong Tradisional Kharismatik, lihat aja partai2 yg ketuanya masih dipimpin orang lama itu pasti Establish dan ada di puncak pemenang pemilu.

Sementara partai yg Ketua Umumnya silih berganti seperti kacang itu sebahagian besar hanya menjadi Petarung Ambang Batas. Bahkan ke depan Ambang Batas itu semakin besar yaitu 5 persen.

Meski pengkaderan dianggap berjalan baik namun partai2 seperti ini tidak mampu membaca kondisi sosial politik rakyat Indonesia. Mereka menganggap sistem dan manajemen partai lebih utama, sementara kepercayaan thd orang (Tokoh) sungguh lamban.

Lihat saja PDIP dgn Megawati, Demokrat dgn SBY, Gerindra dgn Prabowo dan sebaliknya Golkar dgn sistem yg begitu kuat ada di papan tengah, sementara PAN, PKS, PPP yg Ketua Umumnya silih berganti hanya berada sebagai petarung Ambang Batas.

Karena rakyat Indonesia yakin dgn pemimpin kharismatik maka SBY, Prabowo mengambil alih kepemimpinan partai politik. Oleh karena itu untuk keluar dari petarung Ambang Batas seharusnya partai2 lain tsb perlu mengajak kembali tokoh2 yg sudah dikenal dan dipercaya publik untuk mengambil kembali partai politiknya demi menyelamatkan serangan Ambang Batas tsb.

Jika tidak maka kita akan menyaksikan terus partai2 itu bertarung di papan degradasi dengan Ketua Umumnya sebatas mengincar satu jabatan Menteri. Menurut saya partai semacam itu  sudah kalah sebelum bertanding๐Ÿ™†‍♂๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘Œ๐Ÿ™

Salam

Iklan :
"Suami marahi Istri makan masak sendiri"

Tuhan Memberi Ruang Kepada Pengkhianat

"Tuhan Memberi Ruang Kepada Pengkhianat"

Saya mengenal beberapa politisi di Aceh yg menurut saya Aneh dia bisa dipercaya oleh suatu partai. Padahal sudah sangat terbuka kerjaannya makan uang partai dan ngibul. Saya berpikir mungkin saja semua yg ada dipartai itu memang koruptor dan tukang ngibul. Jika tidak bagaimana mungkin ia bisa dipercaya.

Atau mungkin saja partai itu pabriknya koruptor dan tukang ngibul rakyat di Aceh. Bahasa lain bisa juga partai itu ibarat babi yg ditunggangi perampok raja bual, maka ia lebih sempurna philosophinya.

Nah...kala ia jatuh jangan coba2 utk membantu menyelamatkannya karena anda akan dijadikan korban, dia tidak segan2 memutar haluan untuk meninggalkan anda meski sebelumnya ia berjanji dan mengharapkan bantuan anda.

Justru karena itu jika anda membangun politik hampir tidak berguna ketika tidak bisa memilih teman dalam politik, karena anda harus mengulangnya lagi membangun hal yang sama dan pekerjaan itu yg membuat anda terhalang sukses meski anda berotak cerdas.

Karena rata2 manusia itu punya bakat berkhianat sesuai dengan garis keturunan dan lingkungannya. Saya termasuk yg sabar dalam politik yg memberi kesempatan dan menguji orang atau teman tiga kali, tapi memang pada setiap moment penting Allah memperlihatkan tanda mereka setia atau berkhianat, biasanya di bahasa bicaranya yg memotong dan ingin dia di depan. Kalau anda berbaik hati tidak berfokus pada manajemen maka manusia itu beribu kali akan mengkhianati anda.

Saya pun heran, apakah Tuhan menyuruh melakukan pengkhianatan dalam politik karena mereka yg berkhianat itu justru menjadi pemimpin. Ataukah memang Aceh ranahnya pengkhianat yang tidak bisa diurus dengan manajemen yg lurus yg normal.

Secara logika pemimpin pengkhianat itu juga melahirkan pengkhianat, meski dalam manajemen memimpin diterapkan kedisiplinan yg ketahuan berkhianat akan dihukum atau ditembak. Tapi organisasi ini hanya bertahan dalam kehidupan Genk di kota2 besar.

Sementara dalam politik lebih sulit anda temui pengkhianat apalagi ia sdh jadi pemimpin, mungkin kader akan lebih sulit mengetahui karena mereka mengikuti siapa yg memberi fasilitas bukan siapa yg punya ilmu dan memiliki prinsip2 kepemimpinan sejati.

Karena orientasi bagi pengikut yg telah salah kaprah maka dimana2 menjadi pemimpin orang yg mampu menyogok. Padahal dari situ kita sudah bisa membaca bahwa mentalitasnya yg menghalalkan segala cara sebagai pemimpin dia bukanlah seseorang yang pantas dan layak untuk itu.

Tetapi itulah orang yg dicintai oleh rakyat pengikut di jaman ini. Mungkin saja Tuhan belum merubah nasib rakyat kita. Maka dilema ini masih terus berulang. Untuk berubah maka usahakanlah kuncinya mengangkat pemimpin janganlah dari kalangan bermenal pengkhianat.

Ditengah drakula anda harus mencari manusia, krn manusia yg bisa hidup disitu sudah pasti manusia sakti mandraguna, ketika ia memerintah maka ia akan mampu mengatur kehidupan anda bahkan kehidupan drakula sekalipun.

Salam

Politisi Main Dukun

Politisi Main Dukun

Untuk mencapai tujuan bermacam cara dilakukan, terutama dalam politik dimana jegal menjegal secara kasar menjadi alat bermain politisi kelas daerah yg masif, ancaman, pressure, dll merupakan santapan pagi mereka.

Dalam persaingan itu tentu mereka mengukur kelebihan lawan dan kekurangan dirinya, terus upaya yg dilakukan bukannya belajar dan mencari ilmu agar berstandar atau bahkan lebih dari itu, tetapi malah pergi ke Dukun utk mencelakai kompetitornya. Kemudian dukun itu mengirimkan berbagai macam syarat spy lawan politik lumpuh, sakit, dan tidak bergairah. Sehingga ia mudah mendapat kepercayaan pusat krn tidak punya saingan.

Dia tdk sadar bahwa perbuatannya utk orang lain itu akan berkarma kepadanya kala tiba waktunya, dia juga lupa bhw bekerjasamasa dengan syaitan itu mempersekutukan Allah. Krn ia menyerahkan nasibnya kpd syaitan. Jadi menurut saya bila ada seseorang yg keahlian dan kemampuannya tdk sebagaimana posisinya perlu dicurigai dengan apa ia memperoleh jabatan........

Ingat mereka yg mengetahui dna ikut dengan kepemimpinan seperti ini dan membiarkannya maka ia telah membiarkan syaitan berkuasa. Pengikut atau kader jg lambat laun akan menjadi pengikut syaitan dan bermain dengan kekuatan dukun dalam organisasi untuk mengalahkan lawan2nya.

Nah...bagi yg mengetahui hal ini kemudian ia ikut di dalamnya itu tidak berbeda dengan ia juga penyembah syaitan, dan organisasi itu pemilikya ya tentu syaitan.

Maka siapapun yg datang ke kantornya bacalah surat yasien, atau berdoalah kpd Allah agar dijauhi dari godaan syaitan yg terkutuk. Setidaknya baca A'uzubillah...dst...

Salam